Monday, 26 November 2018

Review Biokos Vital Nutrition 30s Exfoliating Lotion - Eksfoliator Lokal Harga Terjangkau

Review Biokos Vital Nutrition 30s Exfoliating Lotion, pretty-moody.com, exfoliating lotion lokal
Review Biokos Vital Nutrition 30s Exfoliating Lotion

Beberapa waktu ini blog saya memang lagi rajin diupload karena lagi ikutan challenge dari Blogger Perempuan. Bisa gitu ya ternyata upload artikel satu hari satu kali, karena ada challenge. Ya semoga saja, saya bisa lebih rajin lagi uploadnya meskipun challenge sudah berakhir.

Sekarang, saya mau review salah satu eksfoliating lotion kecintaan saya. Dulu sekali, saya seperti musuhan sama eksfoliator. Bukan apa-apa sih, tapi karena ketidaktahuan saya tentang bagaimana cara menggunakan eksfoliator yang benar. Ya, hasilnya kulit saya iritasi dan jerawat muncul dimana-mana. Tapi sekarang saya sudah lebih pinter – dikit – sehingga bisa menyiasati penggunaan eksfoliator.

Biokos Vital Nutrition 30s Eksfoliating Lotion ini adalah salah satu produk dari Biokos Martha Tilaar yang diformulasikan khusus untuk usia 30 an. Meskipun saya belum berusia 30 tahun, tapi saya takut menggunakan eksfoliator yang sifatnya kasar gitu. Terus, apakah Biokos eksfoliating lotion ini sesuai dengan harapan saya? Yuk lanjut baca ya.

Biokos Vital Nutrition 30s Eksfoliating Lotion

Review Biokos Vital Nutrition 30s Exfoliating Lotion, pretty-moody.com, exfoliating lotion lokal
Review Biokos Vital Nutrition 30s Exfoliating Lotion

Kemasan:

Kemasan Biokos exfoliating lotion ini imut banget; ukurannya kecil dan bentuknya gendut, bulat gitu. Kemasannya terbuat dari plastic berwarna hijau dengan isi hanya 35 mL. Bagian tutupnya berbentuk tutup ulir dengan bentuk bulat juga tapi masih tergolong rapet banget. Exfoliating lotion Biokos ini dikemas dalam box berwarna senada dengan botol dan dilapisi sama plastik seal.

Ingredients:

Review Biokos Vital Nutrition 30s Exfoliating Lotion, pretty-moody.com, exfoliating lotion lokal
Review Biokos Vital Nutrition 30s Exfoliating Lotion
Eksfoliating lotion Biokos ini mengandung Aloe Vera gel yang berfungsi untuk melembabkan kulit. Selain itu, produk ini juga mengandung ekstrak kunyit yang bermanfaat sebagai anti bakteri. Tapi, produk ini juga masih mengandung alkohol dan paraben, tapi selama tidak iritasi, rasanya masih bisa pakai produk ini.

Aroma, performa, dan tekstur:

Aroma eksfoliating lotion Biokos ini segar banget; seperti aroma jamu-jamuan gitu. Ada campuran aroma kunyit dan lidah buaya yang segar pokoknya. Aromanya beda dengan aroma bunga-bunga yang wangi semerbak gitu. Meskipun judulnya exfoliating lotion, tapi tekstur produk ini lebih seperti gel tapi agak cair, berwarna kuning kehijauan dan bertabur scrub halus. Jadi meskipun lubang botolnya segede kuali, tapi karena teksturnya gel, jadi enggak mudah tumpah.  

Review Biokos Vital Nutrition 30s Exfoliating Lotion, pretty-moody.com, exfoliating lotion lokal
Review Biokos Vital Nutrition 30s Exfoliating Lotion
Awalnya saya sempat takut pakai exfoliating yang ada scrub beads-nya. Trauma zaman dulu aja waktu masih sok-sokan pakai scrub padahal ngawur. Tapi ternyata kulit saya enggak bereaksi negatif dengan exfoliating lotion Biokos ini. Butiran scrubnya kecil-kecil dan lembut, enak banget dipakai dan enggak ada rasa sakit atau perih. Selain itu, Biokos exfoliating lotion ini juga membuat kulit saya lembab dan terasa halus.


Cara pakai exfoliating lotion lokal ini juga mudah banget. Tinggal tuang produk ke tangan, secukupnya saja. Kemudian oles dan pijat ke kulit dengan lembut, terutama pada bagian kulit yang kasar. Pijatnya dengan gerakan memutar tapi pelan-pelan aja, enggak usah ngegas. Setelah itu, bilas dengan air dan lanjutkan pakai skincare yang lain. Untuk hasil terbaik, hindari penggunaan diarea kulit yang sensitif, berjerawat, dan daerah sekitar mata dan mulut.

Biokos Exfoliating lotion ini termasuk dalam golongan physical exfoliator ya karena menggunakan scrub beads sebagai eksfoliatornya. Sehingga, penggunaan eksfoliating lotion cukup 1-2 kali saja sehari. Kalau terlalu sering nanti kulit kamu bisa setipis saringan tahu. Dari segi harga, exfoliating lotion Biokos ini juga cukup masuk akal, sekitar 35 ribu saja. Dan karena ini produk dari Martha Tilaar, sudah pasti mudah ditemukan dimana saja, online dan offline.

Kalian punya produk eksfoliating favorit? Jangan lupa share ya dikomentar ya.

I’ll see you on the next post. Bye


5 Warung Favorit yang Pernah Saya Coba



Topik hari ke-7 ini sangat menantang bagi saya. Temanya tentang warung/restoran favorit yang sebenarnya mudah. Tapi masalahnya adalah saya ataupun suami bukan tipe yang sering jajan diluar. Kalaupun makan diluar, saya juga sangat jarang bahkan hampir enggak pernah ambil foto makanan ataupun foto restorannya. Makanya saat ada tema ini, saya jadi mikir kalau saya lebih sering makan di rumah atau bawa bekal sendiri.

Tapi demi #BPN30DayChallenge, saya ubek-ubek galeri sampai instagram dan akhirnya nemu beberapa foto makanan dari warung favorit. Yah, meskipun fotonya hanya beberapa, semoga masih berkenan membaca post ini. Oh ya, foto juga bisa dilihat di instagram saya ya.

#1 Tahwa Mas Agus, Malang


Tahwa adalah salah satu jenis minuman dengan kuah jahe dan puding tahu atau tofu curd. Minuman ini cocok banget diminum saat cuaca dingin seperti Malang yang sedang hujan-hujan begini. Di Malang pun enggak banyak yang jual tahwa ini, salah satunya di Tahwa Mas Agus, di jalan Aris Munandar. Harganya murah, cukup 6 ribu saja satu mangkok tapi bisa bikin badan anget.

#2 Bakmi Doring, Jogja


Tahun lalu saya ke Jogja dan akhirnya punya kesempatan nyobain bakmi asli Jogja. Lokasinya ternyata deket sama rumah sodara di Jalan Suryowijayan. Menunya berkisar bakmi goreng, kuah, sama nasi goreng. Kesukaan ayah saya adalah bakmi kuah, tapi saya lebih suka bakmi goreng. Tapi, yang lebih saya suka adalah teh poci. Tehnya disajikan dalam poci dengan dua gelas kecil dan gulanya adalah gula batu. Aroma tehnya wangi banget dan gula batunya juga manis legit. Sedaplah pokonya.

# 3 Soto Basket, Malang

Soto basket malang ini adalah salah satu soto legendaris yang ada di Malang. Soto ini sudah ada sejak tahun 1951 dan sudah menjadi favorit ayah saya dan sekarang jadi favorit sekeluarga. Lokasinya ada di jalan Pasar Besar dan warungnya pun kecil banget, bukan seperti restoran gitu. Tapi percayalah satu mangkok enggak akan cukup kalau makan di Soto Basket ini. Sayang banget saya enggak ada fotonya, karena setiap kali kesini langsug makan aja dan lupa sama handphone atau kamera.

#4 Bakso Urat Wlingi


Saya adalah penggemar bakso, maklumlah orang Malang. Tapi salah satu favorit saya adalah bakso urat Wlingi, Blitar. Lokasinya di jalan raya Blitar-Malang. Yang saya suka dari bakso ini adalah kuahnya bening dan segar dan tekstur baksonya juga kres-kres enak. Maafkan fotonya adalah foto lama nemu di IG, tapi rasanya tetap enak kok sampai sekarang. 

#5 Ayam Ingkung Bu Sutini, Malang

Kalau yang ini adalah menu ayam favorit saya. Lokasi Ayam Ingkung Bu Sutini ini ada di Jalan Danau Bratan, Sawojajar Malang. Menunya enggak seperti ayam lalapan pada umumnya karena dilengkapi dengan sayur urap, trancam, orem-orem tahu tempe, dan juga sambel. Komplit pokoknya dan harganya juga masuk akal. Satu porsi ayam ingkung potong komplit sama sayur Cuma 20 ribu saja. Selain itu desain restorannya juga unik banget, macam model desain jadul gitu. Sayang enggak punya fotonya karena pas kesana udah malam jadi cahayanya kurang bagus. Tapi wajib banget dicoba kalau lagi main ke Malang.

Ini pertama kalinya saya buat post tentang warung atau restoran favorit. Meskipun beberapa enggak ada gambarnya, tapi semua sudah pernah saya cobain kok. Dan rasanya juga enak banget meski bukan kelas restoran mewah. Jangan lupa dicoba ya kalau ke Malang.

I’ll see you on the next post. Bye.


Sunday, 25 November 2018

5 Interesting Facts About Me



Wow, ternyata sudah sampai challenge hari ke-6. Gak nyangka kalau saya bisa lanjut dan survive sampai sejauh ini. Topik hari ke-6 ini cukup menarik, yaitu 5 fakta tentang diri sendiri. Well, saya sih enggak pernah membuat blog post atau posting disosial media tentang fakta diri sendiri. Alasannya sih simpel, karena saya merasa enggak perlu menjelaskan ke orang-orang seperti apa diri saya. Lagian saya juga merasa enggak ada yang tertarik dengan fakta tentang diri saya. Ya, karena saya kan bukan artis atau orang terkenal yang bikin orang lain penasaran. Tapi, sekarang topiknya 5 fakta tentang diri saya, semoga enggak bosen ya bacanya.

#1 Enggak suka nonton TV

Mungkin saya salah satu dari segelintir orang yang enggak suka nonton TV. Sejak dari masa sekolah, saya sudah jarang banget nonton TV. Saya merasa kalau TV itu terlalu berisik aja sih, banyak suara-suara yag bikin saya pusing. Selain itu, saya juga merasa kalau TV itu adalah pengalih perhatian, bikin enggak fokus sama aktivitas lain. Bahkan TV di rumah saya bisa awet sampai 10 tahun lho padahal model yang jadul gitu, ya karena sangat jarang dinyalain. Sekarang, TV di rumah hanya dinyalain kalau suami lagi pengen nonton bola aja, selebihnya mati.

#2 I always want to have a tattoo

Aneh ya, tapi saya dari dulu pengen punya tato. Bukan yang besar, Cuma gambar kecil yang lucu gitu. Tapi karena dalam agama saya tidak mengizinkan tato, jadi Cuma pakai tato sticker hadiah snack aja. Lebih aneh lagi, saya takut jarum tapi pengen punya tato.

#3 Pengen punya kucing

Saya akhir-akhir ini terobsesi pengen punya kucing. Enggak perlu kucing ras, kucing kampung pun enggak masalah. Tapi karena rumah saya deket banget sama jalan besar, saya jadi takut duluan kalau kucing saya bakalan lari ke jalan atau digendong orang. Akhirnya, malah enggak jadi pelihara kucing.

#4 I love beach and sunset

Saya sangat sangat suka sekali dengan pantai dan sunset. Dua hal tersebut adalah kombinasi paling indah di muka bumi. Menurut saya melihat sunset dan warna langit yang menjadi oranye dan mendengarkan suara ombak itu menenangkan. Saya selalu rela pergi kemana saja asalkan bisa melihat sunset. Bahkan saya bermimpi punya rumah yang pinggir pantai, jadi setiap hari bisa ke pantai dan liat sunset. Oh, that would be heaven.

#5 I hate cleaning

Saya memang suka masak dan buat kue, tapi saya enggak suka bersih-bersih. Menurut saya bersih-besih itu adalah kegiatan paling melelahkan sepanjang masa. Selain itu saya juga enggak suka kegiatan yang berulang-ulang seperti mencuci piring, nyapu, ngepel, dan lainnya. Tapi, anehnya suami saya suka bersih-bersih dan paling enggak tahan sama rumah yang berantakan. Jadi, kalau di rumah, saya masak dan suami bersih-bersih.

Ternyata seru ya buat tulisan tentang hal-hal yang enggak pernah saya ceritakan ke orang lain. Mungkin untuk beberapa orang facts about me ini aneh atau enggak umum.Tapi ya memang begitu adanya saya.

Thanks for reading. I’ll see you on the next post. Bye.


Saturday, 24 November 2018

Sosial Media: Seperti Pisau Bermata Dua


Hari gini siapa sih yang enggak punya akun sosial media? Pasti paling enggak, satu orang punya 2 atau 3 akun sosial media, apapun jenisnya. Sayapun punya beberapa akun sosial media di Facebook, Twitter, Instagram, dan Pinterest. Jangan lupa follow ya, bisa klik icon di bar samping. Eh, kok malah minta follow sih. Maunya saya sekarang ngomongin masalah sosial media kok.


Pernah gak sih kepikiran kalau sosial media itu penuh dengan toxin atau racun-racun duniawi? Saya pernah ada ditahap dimana sosial media membuat saya iri dengan kesuksesan dan pencapaian orang lain. Ketika orang lain posting lagi liburan atau punya barang baru yang saya enggak punya, saya sempat merasa iri. Bahkan saya sempat merasa kalau hidup saya itu gini-gini aja dibanding hidup mereka yang dinamis itu. Sempat juga down, uring-uringan ke suami tanpa alasan. Sedih banget ya? Tapi sosial media memang bisa menjadi sangat racun apalagi kalau kita tidak bisa melihat dari sisi yang lebih bijak.

Sekarang apakah masih merasa yang sama?

Setelah beberapa saat saya iri dengki dengan kehidupan orang dan menganggap kalau rumput mereka lebih hijau, sekarang saya sudah bisa melihat sosial media dari sisi yang lebih baik.  Saya kembali sadar dari rasa iri karena suatu postingan dari akun yang saya follow, entah siapa saya lupa. Tapi yang jelas postingan tersebut mengingatkan kalau ada banyak hal lain yang harus kita syukuri dan tidak lagi fokus pada hal-hal yang belum/tidak dipunya. Misalnya saya iri dengan handphone teman yang baru diupload di timeline. Padahal harusnya saya bersyukur karena baru saja ganti laptop baru. Banyak juga orang yang terlihat mesra di timeline dengan pasangan, eh tahu-tahu cerai. Nah, itu contoh simpel saja mengapa sosial media bisa menjadi sangat racun dan hal-hal yang ada didalamnya tidak selalu sama dengan asli.

Bagaimana saya melihat sosial media sekarang?

Sekarangkan saya fokus sebagai blogger dan content writer, rasanya sangat sayang kalau sosial media hanya digunakan untuk sekedar pamer atau iri-irian dengan orang lain. Agar tidak menjadi dosa yang tidak perlu, saya sekarang menggunakan sosial media sebagai media promosi blog, personal branding, dan hal-hal yang berhubungan pekerjaan. Melihat postingan kehidupan orang lain sudah pasti ya, tapi saya sudah bisa mengendalikan rasa iri dan dengki. Sudah enggak mau lagi lah nambah-nambahin beban pikiran dengan iri sama hidup orang lain.

Apa sih yang harus diperhatikan dari sosial media?

Perkembangan teknologi, termasuk sosial media, memang seperti pisau bermata dua. Ada banyak manfaat dan efek buruk yang seimbang. Berikut ini beberapa hal yang harus diperhatikan saat menggunakan sosial media. 
  • Mudah mendapatkan teman baru. Tapi apakah dapat teman baru selalu hal yang postif? Tentu tidak. Hal ini karena apa yang kita lihat disosial media tidak selalu sama dengan kenyataannya. Bisa saja dapat kenalan ngakunya jomblo, gak tahunya bapak-bapak beranak 2. Jadi, kitapun tidak boleh percaya begitu saja dengan orang yang kita temui secara online. Ya, meskipun ada beberapa yang memang baik, tapi enggak jarang yang cuma modus dan penuh dusta. 
  • Cerdas dalam menerima informasi. Sama halnya dengan bertemu orang baru, di sosial media juga banyak informasi yang dibagikan. Tapi nyatanya informasi tersebut tidak selalu benar. Banyak kok berita hoax, ujaran kebencian, bullying, saling menyindir, gossip, dan cybercrime yang lain. 
  • Tetap positif menggunakan sosial media. Sekarang lagi zamannnya orang ingin viral dengan cara instan. Tapi alih-alih prestasi, orang membuat sensasi yang bikin geleng-geleng kepala. Semuanya dilakukan hanya karena ingin viral. Tapi sebaiknya, kita jangan jadi golongan yang seperti itulah. Sayang banget sama hidup ini. 
  • Bijak berkomentar. Saya bukan netizen yang aktif komentar disana-sini, tapi cukup sering baca komen-komen orang. Mungkin yang harus diperhatikan lagi adalah bagaimana cara kita berkomentar. Tidak ada yang salah dengan berkomentar atau menyampaikan opini, tapi sampaikanlah dengan cara yang baik. Sekarang ini tuh banyak netizen yang jempolnya lemes gemulai, jadi kalau komentar pada ganas-ganas. Belum lagi ditambah pakai sumpah serapah dan komentar memojokkan saat mengomentari hidup orang lain. Duh.
Memang benar kalau sosial media itu seperti pisau bermata dua. Tapi karena kita orang yang mengerti, semoga sosial media memberikan manfaat positif pada kehidupan kita. Kurang-kurangilah menambah dosa online dan gunakan sosial media dengan bijak.

I’ll see you on the next post. Bye.



Friday, 23 November 2018

BPN Day 4: Ini Pentingnya bergabung dengan Blogger Perempuan


Waktu awal-awal memulai blog ini, saya belum kepikiran untuk bergabung dengan komunitas semacam Blogger Perempuan. Bukan apa-apa sih, tapi sayanya aja yang kurang banyak pengetahuan tentang per-blogging-an ini. Tapi, semakin kesini saya merasa kalau bergabung di kominutas itu sangat penting untuk diri sendiri dan juga perkembangan blog. Apalagi bagi saya yang tinggal jauh dipelosok negeri harus rela enggak bisa ikutan kopdar blogger. Jadi, keberadaan komunitas macam Blogger Perempuan ini penting buat saya. 


Apa sih pentingnya bergabung di komunitas?

Memang sih kita memulai blog karena inisiatif sendiri, enggak ada yang nyuruh kan. Tapi agar blog bisa berkembang, kita perlu berada disuatu komunitas yang serupa. Misalnya sebagai blogger ya bergabungnya di komunitas blogger, jangan di komunitas motor karena enggak relevan. Bergabung ke komunitas yang serupa juga memberikan kesempatan bagi orang lain untuk menemukan blog anda. Hayo, dimana lagi tempat berpromosi atau share link kalau bukan di grup komunitas?

Mengapa saya bergabung di Blogger Perempuan

Jujur saja, saya bergabung di Komunitas Blogger Perempuan karena saya sangat kurang pengetahuan tentang blogging. Saya enggak ngerti SEO atau istilah blogging lainnya. Tapi, saya mau tahu dan mau belajar, makanya saya gabung di komunitas ini. Ada banyak manfaat yang bisa saya ambil saat bergabung dengan Blogger Perempuan. 
  • Mendapatkan ilmu tentang blogging dari sesama member. Saya tuh paling seneng kalau di Blogger Perempuan share tentang cara menambah pengunjung, cara mendapatkan adsense, meningkatkan traffic blog, dan sebagainya. Ya memang banyak sih tips-tips gitu di Google, tapi kalau baca langsung dari BP itu lebih afdol.
  • Tidak dipungkiri ya kalau Blogger Perempuan sebagai salah satu tempat untuk share link sehingga blog kita lebih mudah dikenal oleh orang lain. Coba deh bandingkan banyaknya pengunjung disebuah post yang dishare di Blogger Perempuan dan yang tidak. Pasti pengunjungnya banyakan yang di share di BP kan? Ya, karena anggota Blogger Perempuan juga buanyak banget, jadi link yang dibagikan menjangkau banyak orang.
  • Selain itu, Blogger Perempuan banyak memberikan informasi tentang blog competition, blog class, challenge macam #BPN30dayChallenge2018 ini, dan banyak lagi. Semua itu disediakan secara gratis lho di Blogger Perempuan.
  • Pastinya dengan bergabung di Blogger Perempuan, kita juga semakin banyak teman dan kenalan. Tidak ada yang buruk dengan menambah kenalan dan teman kan? 
  • Yah, namanya juga Blogger Perempuan, jadi semua anggotanya juga perempuan dong. Saya merasa enak aja berada dengan anggota-anggota perempuan ini karena niche utama blog saya adalah beauty. Jadi kemungkinan besar pengunjungnya juga perempuan kan.
  • Yang saya suka Blogger Perempuan adalah tidak ada batasan tema blog. Apa saja kategori blog yang kamu punya, selagi kamu perempuan, bisa banget bergabung dengan BP. Cara gabungnya juga gampang banget tinggal isi form di website. 
Pada dasarnya tidak akan ada yang berkembang dengan menjadi katak dalam tempurung. Sama halnya dengan blog, kalau tidak bergabung dikomunitas seperti Blogger Perempuan ini, ya enggak akan ada yang tahu keberadaan blog kamu. Jangan langsung menargetkan kalau blog kamu bakal dikenal Google, karena bakalan susah. Jadi, ya mulai aja dulu dengan bergabung dengan komunitas, nanti lama kelaman Google juga bakalan kenal.


Nah, kamu juga bergabung dikomunitas Blogger Perempuan? Share yuk alasannya.
See you on the next post. Bye.

Thursday, 22 November 2018

A Blog Name: What is it About?


Apalah arti sebuah nama?

Meskipun bukan sedang memilih nama bayi atau nama yang lain, pemilihan nama blog juga tidak bisa sembarangan. Bagi saya blog itu semacam halaman identitas atau personal branding dimana orang akan melihat saya dari nama blog. Sama halnya dengan username pada sosial media, nama blog menjadi semacam nama online yang akan membuatmu dikenal orang banyak.


Jadi, milih nama blog itu enggak bisa sembarangan ya?

Ya jelas bebqu. Kalau memang blognya mau dijadikan sebagai salah satu personal branding atau portfolio. Sebenarnya tidak ada aturan harus nama yang bagaimana, tapi setidaknya nama blog harus mencerminkan niche atau personality kamu aja. Jadi enggak perlu mikir jauh-jauh atau sampai pakai nama-nama super aneh dan susah dieja. Yang terpenting lagi adalah nama blog harus mudah diingat atau tidak menggunakan bahasa asing yang tidak benyak diketahui orang banyak. Lha wong pakai bahasa Inggris aja masih banyak yang enggak paham, jangan sok-sokan pakai bahasa Thailand lah. Kasihan followernya kalau mau nyariin blog kamu.

Tentang blog Pretty and Moody

Nah, untuk nama blog ini sendiri saya juga sudah memikirkan filosofinya dengan mendalam. Ceile. Tapi iya loh, mencari namanya aja susah, yang lebih susah adalah mengecek bila nama blog masih tersedia atau enggak. Seringnya sudah dapat nama bagus, tapi ternyata enggak tersedia. Zonk kan.

Kata ‘Pretty’ ini saya ambil dari niche utama dalam blog ini yaitu beauty. Dan Pretty adalah sinonim dari kata beauty kan. Selain itu, kata ‘Moody’ adalah salah satu personality saya. Saya memang orangnya super moody, suka tiba-tiba bĂȘte kalau ada hal yang enggak sreg sama saya. Jadinya saya gabung dua kata itu dan lahirlah Pretty and Moody. Simpel aja kan?

Sebenarnya saya dulu juga ingin pakai nama saya sendiri sebagai nama blog, eh tapi ternyata enggak tersedia. Apa nama saya yang begitu pasaran ya? Kalau kamu, kenapa sih pilih nama blog yang sekarang? Share dikomentar ya.

I’ll see you on the next post.

Wednesday, 21 November 2018

My All Time Favorite Blog Niche


Ada beberapa orang yang berpendapat bila sebuah blog harus punya niche yang jelas. Ada pula sebagian golongan yang lebih suka blog dengan niche gado-gado, tapi bukan makanan ya. Kalau memang harus memilih satu niche saja, sepertinya cukup susah ya. Karena saya pun punya banyak ide dikepala, dan enggak mungkin buat beberapa blog hanya untuk membeda-bedakan niche saja. Disisi lain saya juga enggak mau kalau blog saya ini isinya campur aduk kaya hatimu waktu lihat gebetan.

Ngomongin masalah niche, saya akhirnya membuat kesimpulan kalau blog ini akan diisi dengan beberapa niche. Ya, ambil jalan tengahnya gitulah. Karena tujuan nge-blog setiap orang berbeda, jadi kesukaan niche juga pasti berbeda ye, kan. Kalau saya niche yang saya sukai sudah ada di header blog, tapi gapapa kok saya jelasin disini.


#1 Beauty-related

Niche pertama yang saya suka dan memang menjadi niche utama diblog ini adalah beauty-related atau yang berhubungan dengan kecantikan, makeup, skincare, dan tips-tipsnya. Bisa dibilang sih blog saya ini adalah beauty blog karena memang saya suka mainan makeup dan skincare.

#2 Cooking and Food

Niche ini juga saya suka banget meskipun postingan tentang masak dan makanan belum terlalu banyak. Saya salut banget buat teman-teman yang bisa konsisten ngeblog tentang memasak. Saya aja kuwalahan kalau mau posting tetang masakan. Sudah masaknya capek ditambah foto-foto jadi lebih capek. Menurut saya foto makanan juga lebih susah dari pada foto makeup. Membuat foto makanan terlihat lezat itu jauh lebih susah lho, karena kadang foto bisa membuat makanan lezat terlihat kurang menarik.

#3 Travelling

Jujur saya sering iri kalau lihat blog dengan niche travel apalagi foto-fotonya pada bagus-bagus. Makanya saya juga berencana membuat beberapa postingan tentang perjalanan liburan saya. Tapi sayangnya, saya belum liburan kemana-mana. Yah, paling cuma deket-deket rumah sini. But one day, for sure, saya akan buat travel post.

#4 Book Review

Niche terakhir yang saya suka adalah tentang book review. Saya dari orok sudah hobi membaca dan hingga sekarang saya tetap suka membaca. Saya punya beberapa koleksi buku meskipun enggak seberapa tapi saya pengen sharing dalam bentuk book review. Sejauh ini saya masih punya satu post tentang book review dan semoga bisa menambah lagi post tentang review buku.

Ya, itulah 4 niche blogpost yang saya suka. Kalau bisa dibilang sih niche diatas memang mencerminkan semua hobi saya yaitu mainan makeup, masak, traveling, baca buku, dan yang jelas, menulis ya. Kalau niche yang kalian suka apa sih? Jangan lupa share ya.

I’ll see you on the next post. Bye.