Wednesday, 12 December 2018

Berdamai dengan Masa Lalu dan Hal-Hal yang Saya Sesali



Sebelum lanjut membaca, saya cuma mau mengingatkan kalau postingan ini sarat dengan curhat dari masa lalu saya. Sebisa mungkin saya tidak akan menyebutkan nama orang dari masa lalu, tapi semoga tidak ada yang merasa menjadi bagian dari masa lalu saya.

Siapa sih yang enggak punya penyesalan dari masa lalu, semua pasti punya. Sayapun punya beberapa hal yang saya sesali. Yha, meskipun sekarang sudah tidak terlalu saya permasalahkan, namun semoga hal-hal yang saya sesali dari masa lalu bisa menjadi pembelajaran terutama bagi adik-adik yang masih mencari jati diri.

Penyesalan terbesar saya adalah masalah sekolah.

Maksudnya bukan saya menyesal karena sudah sekolah ya, tapi saya menyesal karena tidak maksimal dalam belajar waktu sekolah. Tell me about it, saya senang dengan jurusan Sastra Inggris yang saya tekuni. Tapi, saya dulu pernah bercita-cita ingin menjadi dokter, sampai sekarangpun masih. Dulu waktu memilih jurusan kuliah, saya urungkan memilih jurusan kedokteran karena selain masalah biaya, juga karena merasa tidak mampu secara akademis. 

Padahal seandainya saya mau belajar lebih giat dan lebih keras dari yang lain, seharusnya sekarang saya sudah menjadi dokter. Namun apa daya saat itu saya lebih fokus malas-malasan, nongkrong sana sini, sibuk cari kenalan daripada belajar. Sekarang tinggal penyesalan yang sering bikin saya kesel sendiri kalau ingat.

Saya menyesal tidak merantau

Penyesalan kedua dalam hidup saya adalah mengapa saya tidak memberanikan diri untuk merantau. Banyak teman saya saat SMA yang memilih kuliah diluar kota and they are fine. Tapi  saya waktu itu mengapa saya tidak merantau saja. Padahal dengan merantau akan lebih banyak pengalaman yang didapat. Sekarang rasanya sudah sulit untuk keluar dari kawasan tempat tinggal karena suami juga kerja di dekat-dekat sini.

Tidak belajar naik motor sungguh-sungguh

Dahulu saat saya SMA, sebagian besar teman saya sudah berani bawa motor sendiri. Sayangnya saya naik sepeda pancal aja masih zig-zag jalannya. Dulu sempat sih diajari naik motor saat awal pacaran dengan suami, tapi terhenti karena sebab yang enggak jelas. Yha, dasarnya saya juga enggak punya motor sendiri. Padahal kalau sekarang saya bisa naik motor sendiri, pasti saya lebih mandiri dan tidak selalu bergantung pada ayah, suami, atau ojek kan.

Lesson learned

Penyesalan memang tidak untuk dipikirkan secara berlarut-larut, tapi saat itu dan sekarang kita semua punya kesempatan untuk memilih. Pikirkan pilihan yang terbaik sehingga tidak perlu ada penyesalan di masa depan. Penyesalan selalu datang terlambat karena kalau datang duluan namanya pendaftaran.

Sekarang saya berusaha untuk selalu melakukan apapun dengan usaha terbaik saya. Even though everything happen for a reason, jangan sampai penyesalan seperti ini terjadi lagi dan menguras emosi. Karena bekerja keras dan berusaha maksimal lebih mudah daripada berdamai dengan masa lalu.

Apakah kamu juga punya penyesalan terbesar yang sampai mengubah jalan hidup? Jangan lupa share ya dikomentar.

I’ll see you on the next post.

The Perks of Being a Part-Time Blogger



Kalau ditanya saya ini full-time atau part-time blogger, sebenarnya saya juga bingung lho. Lha dibilang full-time blogger, tapi saya enggak bisa setiap hari produktif update blog. Dibilang part-time blogger, lha saya itu juga enggak kerja kantoran. Bingung kan ya? Tapi, selagi punya kerjaan lain selain blogger, mungkin kategorinya masih part-time kali ya.

Selain nge-blog, saya memang kerja sebaga penulis konten, ghostwriter, you name it. Yang jelas, kerjaan saya ya enggak jauh-jauh dari tulis menulis. Berbicara sebagai blogger, apa sih untung dan ruginya menjadi blogger part-time?

Keuntungan menjadi blogger part-time

Menjadi blogger, part-time atau full-time, punya banyak keuntungan, tergantung dengan tujuan masing-masing. Tapi keuntungan terbesar yang saya adalah kita tetap mempunyai waktu untuk melakukan pekerjaan lain meskipun sedang menjadi blogger. Let me tell you something, menjadi blogger itu enggak mudah. Karena kamu harus selalu memikirkan bagaimana membuat konten yang berkualitas dan bermanfaat untuk orang lain sambil selalu berusaha meningkat jumlah kunjungan blog. Bahkan ambil foto aja enggak bisa sembarangan.

Menjadi seorang blogger full-time adalah sebuah keputusan yang besar, apalagi kalau sampai memutuskan resign dari kerjaan yang sekarang. Tapi semuanya kembali ke tujuanawal ngeblog masing-masing.

Kerugian blogger part-time

Kerugian yang utama menjadi blogger part-time sudah jelas adalah masalah waktu. Bagi saya, mengelola blog sering kali kalah dengan deadline atau jadwal yang lain. Apalagi kalau saya perlu untuk foto-foto, pasti akan lebih lama lagi untuk update blog.

Mau blogger part-time atau full-time, sebenarnya yang terpenting adalah komitmennya. Hal ini karena saat menjadi blogger, you are in charge of everything, deadline, schedule, everything. Bagian inilah manurut saya yang susah, apalagi kalau kita punya tanggung jawab pada orang lain.

Saya sebenarnya pengen banget jadi blogger full-time dan bayaran dari Google. Tapi karena keadaan belum memungkinkan, jadi saya harus ikhlas jadi blogger part-time. Yang penting bisa konsisten update blog, se-konsisten dengan deadline yang lain.

Kalau kamu, pilih jadi blogger part-time atau full-time? Share pengalamanmu di komentar ya.

I’ll see you on the next post


Monday, 10 December 2018

Antara Saya dan Pekerjaan Rumah Favorit



Saat nulis tema hari ini, rasanya saya ingin pakai topik pengganti saja atau malah skip sekalian. Yha, karena tidak ada pekerjaan rumah yang saya suka. Bagi saya, pekerjaan rumah itu pekerjaan yang tidak pernah ada habisnya, tidak pernah libur, dan selalu lembur. Makanya saya enggak suka. Selain itu, saya juga enggak suka kegiatan yang sifatnya berulang-ulang seperti nyapu, ngepel, dan cuci piring. Menurut saya, pekerjaan-pekerjaan tersebut melelahkan sekali.

Pasti pada kaget ya, perempuan kok enggak suka pekerjaan rumah. Tapi orang-orang di rumah saya sudah paham dengan sifat saya ini dan enggak pernah maksa untuk melakukan pekerjaan rumah tangga tertentu. Saya bisa loh pura-pura buta dan lebih memilih tidur dengan rumah seperti kapal pecah daripada beresin dulu. Ya gimana, dasarnya enggak suka ya enggak suka. Tapi selain pekerjaan rumah yang saya benci setengah mati itu, ternyata masih ada beberapa pekerjaan lain yang saya kuasai dengan baik. Apa saja? Berikut daftarnya.

Belanja ke pasar

Belanja ke pasar tuh termasuk pekerjaan rumah tangga enggak ya? Tapi saya cukup menikmati belanja ke pasar ini. Bahasa kerennya sih grocery shopping. Jangan salah, banyak lho orang yang enggak suka belanja kepasar karena becek, bau, enggak nyaman, dan sebagainya. Saya sih mau belanja di pasar atau swalayan, tetap saya nikmati. Belanja ke pasar memang lebih murah, tapi kadang ada barang-barang yang hanya ada di swalayan. Jadi dua-dua harus imbang menurut saya.

Memasak

Sedikit menyombong lah, I am good at cooking. Saya tumbuh dengan selalu ngeriwuki ibu saya saat masak, dan hasilnya saya jadi terbiasa berada di dapur. Sekarang saat sudah besar, saya selalunya memasak untuk keluarga karena ibu saya sibuk. Selain memasak makanan sehari-hari, saya juga bisa membuat kue, roti, dan jajanan. Sudah banyak yang menyarankan agar saya menjual kue dan roti, tapi saya yang lemah dalam hal marketing ini, masih maju mundur syantiek.

Berkebun

Kalau pekerjaan rumah yang satu ini belum bisa dibilang ahli. Enggak jarang juga saya menamam tomat tapi tumbuh rumput. Tapi saya selalu suka berkebun, apalagi kalau sudah waktunya panen. Seneng banget hati ini melihat tomat dan stroberi yang sudah berwarna merah siap untuk dipetik.

Wah ternyata, ada juga ya pekerjaan rumah yang saya bisa lakukan. Saya selalu benci menyapu, ngepel, dan cuci piring. Tapi syukurlah suami saya tipe yang selalu bersih-bersih dan enggak tahan kotor. Jadi, saya bagian memasak dan suami bagian bersih-bersih. Sebuah simbiosis mutualisme yang indah dari surga. 

Apakah kalian juga suka melakukan pekerjaan rumah tangga? Atau sama bencinya dengan saya? Jangan lupa share pengalaman kamu di komentar ya.
I’ll see you on the next post. Bye.

Sunday, 9 December 2018

4 Hal yang bisa Dilakukan agar Liburan Berfaedah



Sebentar lagi liburan tiba. Kalau yang punya anak masih sekolah, pasti girang banget karena bentar lagi liburan akhir tahun. Saya mah, enggak ngaruh ya mau liburan akhir tahun atau hari efektif, tetap saja kerja lembur bagai qudha. Ya gimana, namanya kerja begini, jadi saya yang bikin jadual sendiri.
Saya sih pengennya kalau liburan itu yang santai-santai, enggak perlu masak atau bersih-bersih. Buat saya bersih-bersih dan masak itu termasuk dalam rutinitas, sama halnya dengan bekerja. Jadi selain masak dan bersih-bersih, berikut ini beberapa hal yang bisa dilakukan agar liburan kamu berfaedah dan enggak cuma leyeh-leyeh di kasur aja.

Membaca buku

Siapa bilang membaca buku hanya cocok buat yang masih sekolah. Bagi saya, bisa membaca buku diantara waktu yang sempit ini menjadi sebuah keistimewaan tersendiri. Jadi kalau saya punya waktu, pasti akan saya gunakan untuk membaca. Baca bukunya juga apa aja yang ada dirumah.

Foto-foto untuk blog

Harusnya nulis blog itu kewajiban ya, bukan termasuk dalam pengisi waktu libur. Tapi karena sehari-hari saya juga nulis, jadi kadang bukan masalah nulis yang berat tapi foto-fotonya. Setiap review yang saya tulis di blog, sebisa mungkin saya usahakan untuk tetap pakai foto hasil jepretan saya sendiri. Tapi karena  foto-foto itu enggak gampang dan butuh waktu banyak buat gelar lapaknya dan lebih lama lagi buat beresin lapaknya. Makanya kalau mau foto-foto tunggu waktu luang, biasanya hari Sabtu dan Minggu.

Jalan-jalan

Kalau waktu liburan, paling pas memang jalan-jalan ya. Catet ya jalan-jalan, bukan beli-beli. There’s difference. Saya juga suka jalan-jalan waktu liburan, tapi lebih suka ke tempat-tempat wisata gitu. Kalau ke mall, ya suka sih, cuma enggak suka beli-belinya. Bikin dompet saya kurus.

Nonton drama atau dengerin music

Aktivitas favorit saya lainnya saat liburan adalah nonton drama atau dengerin musik. Sudah baca drama Korea Comedy favorit saya? Atau 10 lagu yang ada di playlist saya? Coba deh intipin rekomendasi saya, siapa tahu kamu juga bakalan suka banget. Buat saya nonton drama itu, enggak saat waktu luang itu emang spesial banget. Apalagi kalau enggak diganggu dengan masak ataupun cuci piring.

Selain kegiatan diatas, saya juga suka berkebun atau buat kerajinan. Tapi kalau dua kegiatan yang itu, saya sering malesnya. Kalau kalian, apa sih kegiatan yang sering dilakukan saat liburan? Jangan lupa share dikomentar ya.

I’ll see you on the next post. Bye.


Review Pixy 4BB Concealing Base All Shades

Review Pixy 4BB Concealing base, pretty-moody.com
Review Pixy 4BB Concealing base

Duh, Pixy Cosmetics ini enggak henti-hentinya bikin gebrakan produk baru, dari cushion, primer, lip tint, dan lip and cheek poweder. Saya sih masih nyicil satu persatu buat koleksi produknya.
Salah satu produk terbarunya dalah 4 Beauty and Benefit yang fokus pada complexion product. 

Produk 4 BB ini terdiri dari 4 jenis yaitu BB Cream, Concealing base, Two Way Cake, dan Loose Powder. Saya sih jelas belum coba semuanya soalnya cuma tertarik dengan Concealing base dan Loose Powder. Eh, tahunya dapat rezeki dikirimin pixy dua produk 4BB yang saya pengen. Tapi sekarang saya bahas Concealing Base dulu ya karena kebetulan saya punya semua shadenya.

Pixy 4 Beauty Benefits Concealing Base

Sebelum bahas tentang produknya, saya mau bahas tentang Pixy 4 Beauty Benefit. Jadi dari line Beauty Benefit ini, ada 4 keuntungan yang ditawarkan:
  • Whitening: dengan formula 2-way whitening yang membuat kulit tampak lebih cerah. 
  • Protecting: dilengkapi dengan SPF 35 PA+++ untuk melindungi kulit dari sinar matahari. 
  • Moisturizing: mengandung jojoba oil untuk melembabkan kulit.
  • Beautifying: diformulasikan dengan fit blend powder untuk tampilan yang tampak menyatu dengan kulit.

Selain 4 kelebihan Pixy Beauty Beauty yang saya sebutkan diatas, Pixy Concealing Base ini juga mempunyai klaim tahan hingga 12 jam dengan formula yang ringan.


Review Pixy 4BB Concealing base, pretty-moody.com
Review Pixy 4BB Concealing base

Kemasan:

Sebenarnya concealing base ini bukan produk baru ya dari Pixy, cuma rebranding saja. Dulunya produk ini adalah foundation stick, dan rebranding menjadi concealing base. Secara umum sih, kemasannya tidak ada yang berbeda hanya ganti warna saja. Kemasan concealing base ini berbentuk seperti lipstick atau deodoran gitu tapi bentuknya gepeng/pipih. Kemasan penutupnya dan badan produknya terbuat dari plastik dengan kombinasi warna pink dan hitam.

Dibagian bawah kemasan, terdapat semacam ulir – apa ya namanya – untuk membantu mengeluarkan produk dengan lebih mudah. Awalnya saya pikir bakalan seret untuk mengeluarkan concealernya, tapi ternyata enggak sesulit itu kok. Memang agak seret tapi masih mending dipakainya. Pixy concealing base ini juga dilengkapi box dengan warna serupa tapi desainnya lebih bagus.


Review Pixy 4BB Concealing base, pretty-moody.com
Review Pixy 4BB Concealing base

Performa, warna, dan aroma:

Pixy 4 Beauty Benefit Concealing Base ini tersedia dalam dua shade yaitu 01 Natural Beige dan 02 Sand Beige. Warna 01 ini lebih dominan ke warna putih dengan undertone agak pink, tapi yang 02 lebih ke warna kuning, mirip warna kuning langsat gitu. Saya kebetulan dikirimi Pixy yang nomor 01 dan shade 02 saya beli sendiri.

Tekstur concealing base ini krim yang padat ya. Kalau lihat tekstur yang padat, awalnya saya rasa ini bakalan susah untuk diblend. Tapi ternyata berprasangka itu tidak baik, sahabat. Karena ternyata concealing base ini lumer parah seperti mentega dan mudah di blend.

Concealing base ini bisa dipakai dengan dua cara, yaitu sebagai concealer dan base makeup atau foundation. Kalau sebagai concealer, cukup digunakan sedikit-sedikit pada bagian tertentu di wajah seperti bekas jerawat atau bawah mata dengan menggunakan kuas. Kalau digunakan sebagai base foundation, tinggal dioles-oles dibeberapa bagian wajah, kemudian blend dengan brush atau beauty blender.


Review Pixy 4BB Concealing base, pretty-moody.com
Review Pixy 4BB Concealing base
Waktu pertama kali dioles, concealer ini memang lembut dan enggak seret sama sekali. Tapi sekalinya sudah dioles, harus cepat-cepat diblend karena kalau sudah kering bakalan susah. Salah satu yang saya suka dari Pixy concealing base ini adalah coverage yang juara. Emang ya jenis foundation cream padat gini biasanya punya full coverage. Tapi concealing base ini ringan dipakai dan terasa lembab. Kalau yang tidak suka foundation terasa lembab, mungkin concealing base ini terasa sedikit tidak nyaman.

Hasil akhir concealing base ini matte tapi tidak terasa kering sampai retak gitu. Selain itu, concealing base ini juga tidak ndemblok waktu digunakan, Suka sebel kan kalau pakai foundation tapi enggak mau nempel gitu. Pixy Concealing Base ini langsung nempel kayak perangko, cuma ya harus diblend dengan sempurna.

Dari segi harga, Pixy concealing base ini juga sangat terjangkau 35 rebu saja. Siapa coba yang enggak jatuh cinta dengan Pixy ini. Ada yang sudah coba Pixy concealing base ini? Jangan lupa share pendapat kalian dikomentar ya.

I’ll see you on the next post. Bye.

Saturday, 8 December 2018

10 Lagu Ini Bikin Suasana Hati Cerah Ceria



Rasanya setiap hari orang pasti mendengarkan lagu kan ya. Entah itu dari TV, YouTube, atau aplikasi music yang lain. Kalau saya sih sukanya dengerin lagu dari YouTube, langsung dari channel artisnya. Mendengarkan lagu atau music itu ternyata bagus lho buat kesehatan tubuh dan mental. Jadi, masih enggak apa-apa kok kalau dengerin satu atau dua lagu dalam satu hari.

Lagu yang saya dengerin beragam, kadang tergantung mood tapi kadang ya random. Sak nemunya di YouTube. Tapi selain dari mood, saya juga punya beberapa kriteria kalau pilih lagu semisal lirik atau nadanya. Kalau lirik saya sukanya lagu yang empowering atau memberi semangat gitu. Tapi kadang ya asal enak dikuping saya dengerin aja. Nah, berikut ini 10 lagu random yang suka saya dengerin.

#1 Sunmi – Black Pearl

Sebenarnya saya baru-baru ini lho tahu penyanyi Sunmi ini. Dulunya sih anggota Wondergirls. Tapi maafkan saya yang kudet masalah girlband dan boyband Korea ini. Sekalinya tahu Sunmi, eh, saya langsung suka pake banget. Mbak Sunmi ini lagunya lumayan banyak karena sudah lama jadi solo singer. Diantara yang terkenal adalah trilogi Heroine, Gashina, dan Siren. Tapi, anehnya saya malah suka lagu Black Pearl dari album Siren. Vibe lagunya saya banget, seperti model lagu tahun 80an dan juga ada instrument saxophone yang sexy banget. Suka lah saya sama mbak Sunmi ini, udah cantik, body bagus, attitude baik, suara oke, pinter bikin lagu pula.

#2 Matthew Koma – Kisses Back

Lagi-lagi, ini adalah lagu yang baru-baru ini saya temukan dan langsung jatuh cinta. Lagu ini menceritakan seseorang yang putus dengan kekasihnya. Harusnya menjadi lagu sedih kan ya, tapi ternyata malah easy listening. Saya paling suka versi yang akustik karena jadinya seperti beautiful sad song gitu.

#3 Wonder Girls – Why So Lonely

Sebenarnya ini lagu lama, lha wong girlbandnya aja udah bubar jalan. Tapi sayanya aja yang ndesa dan baru tahu kalau lagu Why So Lonely ini super easy listening. Varian musiknya juga berbeda dengan lagu-lagu KPop kebanyakan karena lebih ke arah reggae gitu. Uniknya lagi, Wondergirls juga menyanyikan lagu ini dalam formasi full band dimana mereka semua main alat musik. Bener-bener konsep yang jarang ada di Kpop, kan.

#4 Bebe Rexha – I’m a mess

Kalau lagi down, enggak mood, atau kurang semangat, paling pas ya dengerin lagu I’m a mess dari Mbak Bebe Rexa ini. Lagu ini menceritakan kalau semuanya akan baik-baik saja meski dunia sedang kacau. Suka banget sama lagu ini pokoknya.

#5 Musik Klasik

Surprise, surprise. Saya juga suka dengerin music klasik lho. Beneran music klasik, tapi paling suka yang piano version. Musik Klasik Favorit saya adalah G Minor Bach, Chopin – Nocturne in E Flat Major (Op.9 No.2), Beethoven – Fur Elise, Mozart – Rondo Alla Turca (Turkish March), dan masih banyak lagi. Kalau enggak ada musik klasik, saya biasanya juga dengerin musik instrumental versi piano. Bikin pikiran adem.

#6 Hyolin – Bae

Saya adalah fans Sistar, terutama Hyolin. Sekarang Hyolin berkarir solo karena Sistar sudah bubar, dan baru-baru saja launcing album baru. Dari semua lagu barunya, saya paling suka dengan lagu Bae karena riang dan vibe-nya penuh cinta.

#7 Lady Gaga – I’ll Never Love Again

Saya emang belum nonton sih filmnya mbak Lady Gaga yang A Star is Born, tapi saya sudha jatuh cinta sama lagunya. Saya paling suka sama lagu I’ll Never Love Again karena liriknya ngena banget. Cocok bagi yang sudah menemukan cinta sejati dan enggak mau pindah lagi ke lain hati.

#8 Mamamoo – Wind Flower

I am not quite a fan of Mamamoo, ya B aja gitu. Tapi lagunya yang terbaru berjudul Wind Flower ini saya banget. Lagu bercerita tentang seseorang yang lagi patah hati, tapi bisa berdamai dengan keadaan karena dia enggak patah hati sendirian. Tapi menurut saya Mamanoo ini girlgrup yang beda dari kebanyakan. Unik dan punya style sendiri.

#9 Westlife – Beautiful in White

Ngomongin masalah lagu, rasanya enggak afdol kalau enggak ada Westlife. Favorit saya sejak dari SD ini emang juara banget kalau nyanyi lagu lawas. Favorit saya adalah Beautiful in White.

#10 Charlie Puth - River

Saya tuh selalu suka dengan lagu-lagunya Charlie Puth, apalagi lagu yang lawas-lawas. Lagu River ini diproduksi di tahun 2016, tapi masih jadi favorit saya sampai saat ini. Apalagi ditambanh dengan nada yang eye-catching abis. Bikin enggak bosen deh. Selain River, saya juga suka yang judulnya I Won't Tell a Soul, tapi isinya cocok buat yang lagi mendua gitu. Tapi saya suka musiknya. 

Sebenarnya masih banyak lagi lagu yang jadi favorit seperti BigBang, FT Island, CN Blue, Calum Scott, Charlie Puth,  dan kawan-kawannya. Tapi nanti jadi puanjang banget postnya. Kalau kamu punya lagu favorit apa? Jangan lupa share di komentar ya.

I’ll see you on the next post.



Friday, 7 December 2018

5 YouTuber ini Lebih Dari Sekedar Entertaining


Hari gini siapa sih yang enggak nonton YouTube. Semua orang dari semua usia pasti suka nonton YT daripada nonton TV. Bahkan anak kecil yang belum bisa baca sudah pandai nonton YouTube.
Saya juga suka nonton YouTube, tapi pas kerjaan udah beres aja. Karena seperti TV, YouTube juga bisa jadi focus distraction yang serius. Jadi sebisa mungkin saya usahakan untuk tidak buka YT pas nulis artikel.

Selain mendengarkan music dari channel artis, saya juga punya 5 YouTuber favorit yang selalu saya tunggu updatenya. 

#1 Maangchi

Siapa sih yang enggak tahu Maangchi? Kalau suka masak makanan Korea pasti seneng nongkrongin channellnya Maangchi. Saya juga suka banget sama channel dan sudah praktek beberapa masakan Korea seperti kimchi, aneka sup, dan lainnya. Kalau liat channel ini tuh, berasa kaya lagi ikutan masak di dapur gitu. Terus resepnya juga lengkap dengan takaran-takarannya. 

#2 Suhay Salim

Hallow, siapa sih yang enggak tahu mbak Suhay Salim ini. Apalagi setelah membuat heboh dengan pernikahan yang sangat amat santai kemarin dengan modal celana jeans dan baju santai untuk akad. Uggh, saya tuh selalu suka dengan mbak Suhay ini karena reviewnya jujur dan enggak dibuat-buat. Kalau jelek ya bilang jelek, bagus ya bilang bagus, berapapun harga dan apapun brandnya. Lagian, mbak Suhay ini termasuk sedikjit blogger yang enggak pernah minta orang buat like, subscribe, komen, atau apalah di channelnya. Tapi karena enggak pernah minta itulah malah banyak yang suka. 

#3 Jacob’s Piano dan Rousseau

Sebenarnya ini adalah dua channel yang berbeda, tapi dua-duanya mempunya genre yang sama. Yaitu cover musik klasik dengan piano. Sebenarnya channel yang begini banyak kan, tapi dua ini menjadi favorit saya karena tidak terlalu banyak melakukan improvisasi dan tetap pada musik klasik yang asli. Suka deh pokoknya menenangkan banget dengerin channel ini. 

#4 Korea Roemit

Yha, sebagai sesama orang yang tinggal di Malang, saya akui kalau channel Korea Roemit ini menarik. Lha gimana enggak, lha wong Jang Hansol, yang punya channel ini fasih banget berbahasa jawa dengan logat Malang. Jadi berasa ada temennya gitu kalau ngomong sama-sama medok. Selain itu, konten di channel ini juga informatif dan pastinya Hansol enggak pernah minta untuk subscribe, komen, atau apalah. 

#5 Doodles by Sarah

Channel terakhir favorit saya adalah Doodles by Sarah. Saya tuh selalu pengen bisa gambar, doodling, ataupun menulis indah. Tapi selalu gagal kenapa ya. Liat tutorial di channel ini tuh sepertinya gampang, tapi pas praktek sendiri kok selalu mencong sana sini. 

Apakah kamu juga punya channel YT favorite? Share di komentar ya. 

I'll see you on the next post. Bye.