Showing posts with label #BloggerPerempuan. Show all posts
Showing posts with label #BloggerPerempuan. Show all posts

Friday, 17 May 2019

Day 5 – Resep Opor Ayam yang Selalu Ada Ketika Lebaran



Semua orang pasti setuju bila opor ayam adalah salah satu makanan wajib ketika lebaran. Disantap dengan ketupat, opor ayam ini jelas menjadi favorit banyak orang. Tapi sebagian orang merasa enek dengan opor ayam karena kuah santan yang kental. Keluarga saya juga tipe yang kurang suka dengan kuah santan kental. Apalagi ayah dan suami saya pasti kalau makanan berkuah yang dihabiskan dahulu adalah kuahnya. Jadi, kalau masak apapun kuahnya harus banyak termasuk opor ini.
Resep opor ayam yang saya buat ini mungkin sedikit berbeda dengan opor ayam yang biasanya karena menggunakan kuah santan yang banyak dan diberi tambahan tahu. Apa opor ayam dengan tahu dan kentang? Enggak umum ya, tapi enak lho. Yuk langsung simak bahan dan cara membuatnya.


Opor Ayam Segar

Bahan:
  • 1kilogram ayam
  • 1 kotak tahu, goreng setengah matang
  • kentang secukupnya (opsional)
  • santan kental dan santan cair secukupnya

Bumbu-bumbu:

  • Bawang merah
  • Bawang putih
  • Kemiri
  • Ketumbar
  • Jintan
  • Merica
  • Daun salam
  • Daun jeruk purut
  • Lengkuas, geprek
  • Serai, geprek
  • Gula, garam, penyedap rasa secukupnya

Cara membuat:
  1. Rebus ayam hingga matang, buang airnya.
  2. Blender halus bawang merah, bawnag putih, kemiri, ketumbar, jintan, dan merica. Kemudian tumis bumbu hingga harum dan tidak ada aroma mentah.
  3. Setelah bumbu matang, masukkan ayam, tahu, dan kentang. Tuang santan encer secukupnya.
  4. Masak hingga bumbu meresap dan kuah berkurang.
  5. Tambahkan santan kental, gula, garam, dan penyedap. Masak hingga santan mendidih.
  6. Sajikan selagi hangat dengan ketupat atau nasi.


Gimana mudah kan membuat opor ayam ala saya? Kalau instruksinya kurang jelas, bisa lihat videonya di Youtube channel Little Kitchen Diary ya. Jangan lupa subscribe dan like juga ya.
I’ll see you on the next post.

Friday, 10 May 2019

Day 4 – Resep Sayur Lodeh Kacang Panjang dan Tahu Praktis – Cocok untuk Pemula dan Anak Kos



Awal saya belajar masak itu saat sering bantuin ibuk masak. Kemudian terus berlanjut ketika kos dan harus masak sendiri agar lebih irit. Jadi kalau dipikir-pikir, saya bisa masak itu enggak instan. Sering kok masak gagal, gosong, rasa enggak enak, dan sebagainya. Tapi yah namanya belajar, meski gagal ya harus coba lagi besok-besok.

Nah, salah satu resep favorit saya adalah sayur lodeh yang super gampang dan simpel. Resep ini juga favorit keluarga saya karena rasanya ringan, enggak terlalu banyak bumbu, tapi tetap sedap. Yha, maklum keluarga saya tipe yang tidak suka masakan dengan bumbu atau santan pekat. Jadi ya sayur lodeh model praktis ini jadi andalan banget. Selain gampang, sayur lodeh ini juga cocok untuk kamu yang masih belajar masak ataupu anak kos. Yuk simak bahan dan cara membuatnya.

Sayur Lodeh Kacang Panjang dan Tahu

Bahan:
  • Kacang panjang (banyaknya sesuaikan dengan kebutuhan)
  • Tahu putih
  • santan encer dan santan kental
Bumbu:
  • bawang merah
  • bawang putih
  • cabai rawit, cabai merah, cabai hijau
  • lengkuas
  • daun salam
  • gula, garam, penyedap

Cara membuat.
  1. Potong kacang panjang sekitar 2 cm atau dua ruas jari.
  2. Potong kotak-kotak tahu dan goreng setengah matang.
  3. Iris bawang merah, bawang putih, dan aneka cabai.
  4. Panaskan minyak dan tumis bawang-bawangan beserta cabai. Kemudian masukkan lengkuas dan daun salam. Kemudian masukkan santan encer
  5. Masukkan kacang panjang dan tahu. Biarkan mendidih.
  6. Setelah mendidih dan kacang panjang setengah matang, masukkan santan kental. Jangan lupa bumbui dengan gula, garam, dan penyedap rasa.
  7. Sajikan sayur lodeh bila sudah mendidih namun jangan sampai santan pecah.


Gimana? Gampang banget kan? enggak perlu ulek atau blender. Cukup iris-iris dan tumis, jadi deh. Oh iya, untuk instruksi yang lebih lengkap bisa lihat di channel YouTube Little Kitchen Diary ya. Dan jangan lupa Subscribe juga ya.

I’ll see you on the next post. bye.

Thursday, 9 May 2019

Day 2 – Rumah Menjadi Tempat Buka Puasa Favorit


Tema BPN Ramadhan Challenge kali ini adalah tempat buka puasa favorit. Sepele yah, tapi entah kenapa bagi saya tema ini susah banget. Makanya belum upload-upload padahal sudah lebih dari deadline 2 hari. Saya dan keluarga sebenarnya sangat jarang sekali buka puasa di luar rumah. Apalagi ayah dan ibu saya benar-benar enggak suka buka puasa selain di rumah.


Kesannya tuh emang kayak pelit yah, masa enggak pernah buka puasa di luar rumah. Yha pernah sih cuma lebih seringnya buka puasa di rumah aja. Bagi keluarga saya, buka puasa di rumah itu ribet karena kami punya kebiasaan setelah takjil sholat dulu kemudian baru makan. Nah, kalau buka puasa diluar rumah tuh jadi ribet kalau mau sholat dahulu sebelum makan karena biasanya perlu pindah tempat dari tempat makan ke masjid kemudian balik lagi. Tapi selain alasan ribet, ada beberapa alasan lain mengapa rumah harus menjadi tempat buka puasa favoit keluaga.
  • Bisa sholat. Saya kalau lagi buka puasa di luar gitu suka bingung dengan sholatnya. Kan enggak semua tempat makan menyediakan ruang sholat, kalaupun ada biasanya juga ruame buanget. Padahal kebiasaan saya sukanya setelah takjil sholat baru kemudian buka makan.
  • Enggak antri. Yha namanya juga waktu buka puasa dan semua orang ingin buka juga pasti tempat makan jadi super antri. Tapi kalau di rumahkan bisa langsung hap makan tanpa perlu antri.
  • Jaminan makan enak. Entah kenapa ya kalau buka puasa di rumah itu makanannya selalu terasa enak. Padahal menunya juga sederhana, tapi rasanya enak banget.

Jadi kalau ditanya tempat buka puasa favorit, pasti saya jawabnya di rumah. Tapi bukan berarti enggak pernah buka puasa di luar ya. Cuma sangat jarang sekali sampai enggak punya tempat favorit. Kalau kamu punya tempat buka puasa favorit? Share ya dikomentar.

I’ll see you on the next post. Bye.


Saturday, 29 December 2018

Blogging at a Glance - Kilas Balik Perjalanan Nge-Blog 2018



Enggak terasa ya tahun 2019 tinggal dalam hitungan hari saja. Rasanya baru kemarin Januari 2018, eh tahu-tahu sudah mau ganti tahun saja. Sebenarnya tahun 2018 ini saya tidak punya resolusi khusus yang terperinci gitu, terlebih untuk blogging. Tahun ini saya blogging hanya sekedar blogging dan nulis-nulis ria, tidak ada target khusus. Tapi, meskipun tidak tertarget secara khusus, ternyata ada banyak pencapaian dari perjalanan ngeblog di tahun 2018 ini. Yuk ikuti kilas balik blogging 2018 ala Pretty and Moody.

Awal ngeblog

Blog ini sebenarnya pindahan dari blog lama yang saya utek-utek tanpa tanpa tanggung jawab. Akhirnya saya putuskan untuk membuat blog ini di bulan Maret 2017. Awal ngeblog ini sempat pesimis kalau blog ini bakalan punya viewers banyak dalam waktu dekat. Akhirnya, saya memilih tidak terlalu memikirkan masalah viewers tapi fokus pada konten dan tampilan blog.
Saya maunya tampilan blog yang cerah, rapi, dan enak dipandang dengan header yang cantik. Duh, untuk masalah tampilan blog ini saya harus akui kalau masih belum sesuai dengan keinginan karena saya sudah nyerah sih. Selama tahun 2017 itu, enggak ada perubahan yang signifikan untuk blog ini.

Blogging 2018

Awal tahun 2018, saya masih belum mempunyai target yang spesifik tentang blog ini. Mau nulis ya nulis aja gitu. Parahya lagi, saya juga enggak terlalu memperhatikan neningkatan viewers blog. Sepertinya di tahun 2018 ini, viewers blog sudah mencapai 100.000 ribu pengunjung.

Domain

Bulan Mei 2018, tanpa rencana sebelumnya, saya memutuskan untuk membeli domain. Ya memang tanpa rencana karena tiba-tiba ada promo domain murah. Langsung saja saya beli dengan harapan blog saya bisa menjadi lebih professional. Setelah ganti domain, performa blog saya masih begitu-begitu saja karena saya juga malas update. Jadi, viewers tidak meningkat secara signifikan.

Adsense

September 2018, iseng-iseng saya daftar Adsense untuk blog. Enggak terlalu optimis sih, karena dulu pernah mengajukan Adsense untuk blog yang lama tapi ditolak. Jadi, yang sekarang saya cuma iseng-iseng aja. Kalau diterima ya syukur kalau enggak ya engga apa-apa. Ya, saya menyadari kok kalau misalnya ditolak Adsense karena blog ini masih banyak yang kurang.

Tapi ternyata semua diluar dugaan saya. Hanya dalam waktu satu hari saja, permohonan Adsense diterima. Tapi masalah baru muncul lagi, yaitu setup iklan didalam blog. Jujur saya enggak paham dengan HTML atau apalah itu untuk pengaturan blog, tapi saya terpaksa harus mencari tutorial demi memasang iklan ini.

Sebulan setelah iklan terpasang, saya kira bisa langsung bayaran dari hasil iklan. Lagi, lagi saya salah. Ternyata ada nilai limit atau batas tertentu agar bisa payout dari pemasangan iklan. Padahal pencapaian iklan saya masih seujung upil, mungkin bisa 5 tahun lagi bayaran dari iklan. Dari sini awal mula saya mempunyai target untuk blog, yaitu meningkatkan semua hal termasuk viewers, performa, dan konten.



Dengan adanya iklan, saya jadi ikut kepo dengan blog DA/PA dan RankMOZ. Benar saja, ketika saya check performa blog saya ini masih sejauh langkah bayi; yaitu 9/5. Selain itu viewers saya juga masih sedikit banget.

Setelah browsing sana sini, akhirnya saya simpulkan kalau salah satu untuk menunjang performa dan viewer blog adalah dari rutin update. Harus saya akui kalau saya enggak rajin update blog, paling 3-4 kali saja selama sebulan. Itupun kalau saya lagi mood update.

Blogger Perempuan Challenge

November-Desember 2018, saya memutuskan untuk join One Day One Post dari Blogger Perempuan. Awalnya ragu sih bisa apa enggak rutin menulis satu post setiap hari. Ternyata setelah dilakoni, lha, saya bisa rutin nulis sampai akhir challenge. Setelah rutin menulis satu post selama stau hari, performa blog berubah. Blog DA/PA menjadi 12/11 dalam waktu satu bulan. Wah, sekarang saya baru benar-benar sadar kalau rutin update itu adalah koentji dari segalanya.
Berdasarkan perjalanan blogging 2018 ini, saya jadi tahu kalau konten dan rutin update sangat penting untuk performa blog. Viewers dan performa blog akan meningkat dengan sendirinya kalau rajin update blog.

Target Blogging 2019

Untuk tahun 2019, saya menargetkan untuk bisa rutin update blog selama dua hari sekali. Dengan begitu, target viewer dan perfoma lainnya akan mengikuti dengan sendirinya. Tapi bukan berarti saya enggak punya target spesifik untuk blog ya. Target blog untuk tahun 2019 saya adalah:
  • Blog DA/PA menjadi 20/15
  • Viewers harian blog menjadi 1000
  • Update setiap dua hari sekali
  • Lebih rajin Blogwalking untuk nambah teman 
Mulai tahun 2019, saya enggak mau asal nge-blog. Saya mau nge-blog yang terarah dengan target yang jelas dan goal yang realistis. Yang kepo dengan target blogging 2019, bisa baca Target Blogging 2019 saya ya.

Kalau kamu pencapaian apa saja yang sudah diraih dari perjalanan nge-blog tahun 2018? Share dikomentar ya.

I'll see you on the next post.

Wednesday, 19 December 2018

Jangan Asal Nge-Blog! Blogging dengan Target di Tahun 2019



I survived! Wow, challenge Blogger Perempuan sudah hampir sampai diakhir challenge. Dan ternyata bisa kok ya satu hari upload satu post. Bahkan saya beberapa kali juga upload satu hari dua artikel, dan bisa juga terlaksana. Dari challenge ini saya jadi berpikir kalau nge-blog juga harus punya target, jadi enggak asal nulis nggelambyar gak karuan atau update hari ini kemudian update lagi bulan depan. 

Jujur sih, tahun 2018 ini saya tidak punya tujuan ngeblog. Nulis ya nulis aja, mau ikutan lomba blog ya ikut aja. Tapi enggak pernah kepikiran untuk ngeblog yang benar-benar professional sampai akhirnya saya punya iklan di blog. Jadi sekarang saya mau menerapkan target ngeblog untuk tahun 2019

One day one post

Berkat challenge ini saya sadar, kalau kita bisa kok upload blog satu hari satu post. Semuanya berawal dari niat dan kemauan. Di tahun 2019 ini saya menargetkan untuk bisa upload minimal satu post satu hari dengan menulis tetap sesuai dengan niche.

Memperbaiki SEO

Selain menulis secara rutin, saya juga menargetkan untuk memperbaiki SEO. Jadi tidak sekedar menulis saja, tapi tetap harus menulis sesuai dengan kaidah SEO. Tidak harus menulis dengan kaku sih, menulis tetap dilakukan dengan santai tapi enggak ngawur seenak udel.

Rajin Blogwalking

Karena terlalu sibuk nulis, ngisi blog, dan deadline yang antri, saya sampai enggak sempat blogwalking. Padahal blogwalking itu sangat bermanfaat lho. Selain untuk menunjukkan antusiasme sesama blogger, blogwalking juga bisa memberikan inspirasi lho. Saya enggak mau jadi blogger dalam tempurung yang hanya puas dengan blog sendiri. Jadi, tahun depan saya mau lebih rajin kenalan sama blogger lain dan komen di berbagai blog.

Meningkatkan performa blog

Sebelum blog ada iklan, saya enggak pernah kepikiran masalah performa blog seeprti DA/PA dan sejenisnya. Tapi sekarang saya sedikit kepikiran sama performa blog saya. Apalagi ternyata setelah saya check, DA/PA blog masih seujung upil. Saya sih masih mencari cara bagaimana caranya meningkatkan performa blog dengan cara yang masuk diakal saya. Lha kebanyakan saya enggak mudeng baca artikel atau tips-tips meningkatkan performa blog yang tersebar di Internet. 

Adsense Pay Out

Yang ini sih, saya enggak terlalu berharap banyak. Saya tuh bener-bener enggak mudeng dengan gimana cara kerja, perhitungan fee iklan, dan bahkan pemasangan iklannya sendiri. Tapi , saya pengen banget tahun depan bisa bayaran dari iklan ini. Gimana caranya ya?

Apakah kamu seorang blogger dengan target atau tanpa target? Saya sih mau tertarget atau tidak, yang penting kita nulis dengan hati. Sehingga tulisan yang dihasilkan bisa bermanfaat untuk orang lain. Saya rasa menghasilkan tulisan yang bermanfaat untuk orang lain adalah hal yang paling penting.

I’ll see you on the next post. Bye.


Tuesday, 18 December 2018

Dari Ngecek Grammar atau Cari Drama? Ini 5 Situs yang sering dikunjungi


Wah, enggak kerasa ya challenge #BPN30DayChallenge2018 kurang dua tema lagi. Gimana apakah ide ngeblog masih lancar jaya atau sudah seret?

Tema hari ini adalah tentang situs atau website yang sering dikunjungi. Kalau dipikir-pikir, setiap harinya saya mengunjungi puluhan website untuk sekedar cari inspirasi atau gambar. Kebanyakan sih saya sudah enggak ingat website apa saja yang sering dikunjungi tapi yang 5 ini, saya sudah jadi semacam pegunjung tetap. Banyak sih alasan untuk berkunjung ke web lain, terkadang dengan berkunjung ke situs-situs lain, kita bisa dapat banyak pengetahuan dan juga bantuan. Nah, berikut ini 5 website yang sering saya kunjungi. 

Canva

Hampir semua blogger rasanya sudah tahu tentang situs yang satu ini. Saya juga dapat informasi tentang Canva ini dari Blogger Perempuan. Canva ini jadi one-stop website kalau saya lagi mau cari gambar atau buat desain gambar. Tidak hanya gambar, di Canva juga bisa edit cv, desain poster, macam-macam gambar header, dan lainnya.

Grammarly

Situs Grammarly ini akan salah satu favorit saya untuk mengecek grammar. Website ini akan sangat berguna kalau lagi nulis artikel dalam bahasa Ingrgris. Yha, meskipun sudah berusaha menulis dengan grammar yang baik dan benar, karena Bahasa Inggris bukan bahasa pertama, pasti tetap ada yang salah. Cara pakai website ini juga gampang banget, tinggal daftar membership gratis, lalu copy dan paste tulisan, kemudian Grammarly akan menganalisa tulisan dan menunjukkan mana yang salah.

Pinterest

Saya suka banget nongkrong lama-lama di Pinterest. Website ini bagi saya adalah semacam galeri online. Pinterest tuh isinya penuh dengan gambar dan website yang oke punya. Kalau dipikir-pikir Pinterest ini sudah semcam menjadi mesin pencari yang ke-2 buat saya. 

Blogger

Kalau ini jelas banget ya. Tiap hari pasti saya berkunjung ke dashboard blog buat update, negecek page views, hingga ngecek pendapatan Adsense yang masih seujung upil. Prinsip saya sih berawal dari berkunjung dul, nanti semoga lama-lama bisa konsisten nge-blog. 

Drakorindo

Kalau website yang satu ini enggak ada hubungannya sama kerja sih, cuma disini tempatnya saya menggali drama Korea yang terbaru. Kalau lagi ngikutin salah satu drama, sudah bisa dipastikan kalau tiap hari pasti nongkrongin website ini buat download. 

Apakah kamu juga punya website favorit yang selalu dikunjungi? Jangan lupa share dikomentar ya tentang website favoritmu.

I'll see you on the next post. Bye

Monday, 17 December 2018

Where to Buy Cosmetics Online? 5 Situs Belanja Favorit


Hari gini siapa sih yang enggak suka belanja online. Saya suka belanja online tapi enggak suka bayarnya. Tapi jujur sih, saya termasuk yang jarang belanja online karena enggak suka nunggu lama. Saya mah senengnya langsung datang ke toko, milih secara langsung, bayar, dan bawa pulang. Nunggu barang datang ke rumah itu lho rasanya kayak satu tahun sendiri, padahal cuma 4 hari. Cuma ya, saya enggak sabaran aja.

Makanya kalau ditanya situs belanja favorit, saya juga bingung. Yha, saya juga bingung karena enggak terlalu sering belanja online. Tapi diantara segunung pilihan, berikut ini 5 situs belanja yang selalu bikin saya balik lagi dan lagi.

Shopee

Aih, siapa sih yang enggak belanja dari shopee hari gini. Saya juga seneng lihat-lihat barang aneh yang ada di Shopee. Barang terakhir yang saya beli di Shopee itu bibit sayuran. Kadang kalau ada barang yang lucu cuma saya masukkan keranjang tapi enggak pernah dicheck out. Ada gak sih yang kebiasannya kayak gini.

Martha Tilaar Shop

Kalau di Martha Tilaar shop, saya biasanya cari kosmetik Martha Tilaar yang kadang susah dicari di toko-toko. Pilihan produknya juga lengkap di sini, cuma gambarnya yang kurang real. Selain itu juga banyak promo-promo yang lebih murah dan enggak ada di toko offline.

Sociolla

Sociolla ini pasti tempat favorit buat yang suka cari skincare atau makeup. Saya juga suka ngubek-ngubek Sociolla buat cari skincare dan makeup yang enggak ada counter di Malang. Jadi mau enggak mau ya terpaksa beli online. Tapi, kalau di Sociolla dijamin barang ori lho.

Kay Collection

Saya ngubek-ngubek Kaycollection ini kalau lagi pengen cari kuas. Itu lho Masami Shouko, kan harganya cukup terjangkau tapi di Malang enggak ada counter. Tapi buat yang suka makeup dan skincare Jepang, pasti suka dengan Kay Collection. 

Viva Cosmetics

Kalau yang ini online shop dari Viva Cosmetics dan semua produk yang dijual ya produk Viva. Kadang meskipun ada counter, tapi enggak semua produk yang baru langsung ada. Tapi kalau dari website biasanya langsung ada. Udah gitu ada diskon dan promo-promo juga lho. 

Kebanyakan situs belanja favorit saya memang kosmetik dan skincare. Saya paling enggak bisa kalau beli baju atau sepatu online gitu. Beli langsung di toko aja sering susah cari ukuran, apalagi beli online. 

Kalau kamu tempat belanja kosmetik online favorit dimana sih? Share ya dikomentar.

I'll see you on the next post.



Sunday, 16 December 2018

A Little Thing Called Happiness - Hal Kecil yang Membahagiakan



Setiap orang punya definisi kebahagiaan masing-masing. Punya uang segudang, punya barang mahal, punya mobil, mewah dan sebagainya. Tapi apakah kebahagiaan selalu bermakna uang banyak atau kemewahan?

Pasti banyak deh yang setuju sama saya kalau kebahagiaan itu sebenarnya sederhana. Ketemu gebetan meski sekilas sudah bisa bikin hepi seharian atau bisa pulang kampung seminggu juga bisa jadi mood booster. Jadi bisa disimpulkan bila kebahagiaan itu adalah hal yang sangat personal. Tidak ada patokan khusus untuk level bahagia seseorang kerena hanya orang tersebut yang bisa menentukan. Bahagia versi saya itu punya uang segudang. Tapi itu namanya ngayal.

Kalau kebahagiaan bagi saya bukan soal uang atau kemewahan. Banyak hal-hal kecil dan receh yang bisa bikin saya merasa beruntung dan bersyukur banget. Apa saja? Berikut ini beberapa hal yang menjadi kebahagiaan kecil.

Ayah dan Ibu

I am so blessed to have parent by my side to these days. Iya, saya sangat beruntung masih diberikan kesempatan untuk bersama dengan orangtua meski belum seratus persen bisa membahagiakan mereka. Saya juga bersyukur punya suami yang juga sayang dengan orangtua saya.

Bisa kerja dari rumah

Tidak semua orang bisa bekerja dari rumah. Meskipun saya kadang iri dengan mereka yang pergi ke kantor pakai sepatu, tapi saya bersyukur bisa bekerja dari rumah pakai daster. Dengan begini, saya bisa masak tiap hari, beres-beres rumah, dan nungguin ayah yang sudah pensiun. Apalagi ibu saya punya jadwal padat di sekolah, jadi kadang tidak sempat masak.

Beli buku atau gincu

Hal lain yang membuat saya bahagia adalah beli buku dan gincu baru. Receh banget ya. Tapi, membeli buku atau gincu baru, rasanya tuh saya memberi hadiah untuk diri saya sendiri. Jadi, sueneng banget rasanya, habis dari toko tuh pengen cepat pulang aja.

Dapat paket

Saya tuh selalu girang kalau ada tamu yang habis ketok pintu trus bilang PAKEET. Pasti langsung lari, rasanya seperti ada yang kasih hadiah gitu. Jadi, enggak perlu nunggu ulang tahun untuk dapat hadiah.

Bikin kue, dan sukses

Bagi saya buat kue, roti, dan sejenisnya itu stress healing banget. Apalagi nguleni adonan itu rasanya kayak main playdough, lho. Tapi bahagianya kalau kue yang dibuat sukses, kalau gagal, jadi uring-uringan dan sebel sendiri.

Mainan makeup

Mainan makeup itu juga stress healing buat saya. Mainan eyeshadow, pakai semua warna; ya, meskipun hasilnya kayak ondel-ondel, tapi saya suka. Soalnya kalau enggak dipakai eksperimen, eyeshadow enggak bakalan habis dan sayang banget kalau kadaluarsa.

Receh banget yah hal-hal yang buat saya bahagia. Meskipun sering tidak disadari, ternyata bahagia itu murah dan sederhana. Enggak perlu nunggu punya uang atau punya kapal pesiar, tapi temukan bahagia disetiap hal kecil.

I’ll see you on the next post. Bye.

Saturday, 15 December 2018

5 Rekomendasi Makeup Lokal untuk Pemula

 Rekomendasi Makeup Lokal untuk Pemula, pretty-moody.com
Rekomendasi Makeup Lokal untuk Pemula
Tema hari ini pas banget dengan daftar judul blog yang sudah lama ada didraft tapi belum kesampaian. Beberapa waktu yang lalu, ada teman yang bertanya tentang rekomendasi makeup untuk pemula. Duh, saya sendiri juga masih kategori pemula tapi sok-sokan kasih rekomendasi. Enggak apa-apa lah ya namanya berbagai pengalaman, siapa tahu bermanfaat buat orang lain.


Produk yang akan saya rekomendasikan ini semuanya produk lokal. Kenapa produk lokal? Karena makeup lokal mudah dicari, tersedia di toko kosmetik offline dan online, serta tidak perlu PO segala dan harganya jelas terjangkau. Selain itu, saya juga tidak memberikan rekomendasi lipstick dan bedak. Saya rasa semua orang pasti sudah punya gincu dan bedak andalan kan. Jadi, langsung saja ke daftar rekomendasi makeup lokal untuk pemula berikut ini. 

Foundation:

Meskipun pemula, foundation adalah salah satu item makeup yang penting. Kalau untuk pengunaan sehari-hari, foundation bisa digantikan dengan BB Cream, tapi untuk acara tertentu anda masih perlu foundation dengan coverage yang lebih bagus. Untuk pemula foundation sebaiknya pilih foundation yang mudah di blend dan punya coverage bagus. Sehingga enggak perlu lagi pakai concealer.

 Rekomendasi Makeup Lokal untuk Pemula, pretty-moody.com

Pixy Concealing Base. Salah satu favorit saya adalah Pixy Concealing Base. Pilihan warnanya sih Cuma dua, tapi saya suka dengan teksturnya yang super creamy dan tahan lama apalagi untuk kulit kering. Jadi, tidak takut foundation cracky.

Baca juga: Review Pixy 4BB Concealing Base

Mineral Botanica Air Cushion. Kalau mau versi lebih praktis, bisa pilih Mineral Botanica Air Cushion Foundation. Cushion ini punya coverage yang lumayan dan cara pakainya juga mudah. Enggak perlu brush atau sponge, karena sudah ada sponge bawaan, jadi bisa langsung pakai.

Baca juga: Review Mineral Botanica Air Cushion

Eyeshadow

Pilihan eyeshadow lokal untuk pemula sebenarnya banyak dan hampir semuanya bagus-bagus. Sebagian besar satu palate isi 3 atau 4 warna, tapi kalau mau yang warna-warni dalam satu palate, berikut rekomendasi saya.

 Rekomendasi Makeup Lokal untuk Pemula, pretty-moody.com
Rekomendasi Makeup Lokal untuk Pemula
Mirabella Eyeshadow Pallete. Pallete Mirabella ini salah satu eyeshadow dengan harga murah tapi pilihan warnanya lumayan banyak. Dalam satu palate ada 12 warna dan eyeshadownya ada 3 seri. Review eyeshadow ini bisa dilihat disini.

Fanbo Eyeshadow Pallete. Eyeshadow pallete dari Fanbo ini ada 10 warna dalam satu palette dan tersedia dalam 2 seri. Pilihan warnanya bagus, ada warna netral dan bold, jadi pas untuk pemula.

Baca juga : Review Fanbo Eyeshadow Pallete

Eyebrow

Meskipun kalau untuk pemula sebaiknya pakai makeup yang simpel, tapi urusan alis jangan ketinggalan ya. Pokoknya pantang keluar sebelum alis kelar. Untuk pemula, sebaiknya pakai eyebrow jenis pensil karena kalau pakai eyebrow gela atau pomade itu lebih susah lagi. Rekomendasi eyebrow pensil andalan saya ada dua, yaitu:

 Rekomendasi Makeup Lokal untuk Pemula, pretty-moody.com
Rekomendasi Makeup Lokal untuk Pemula
Sariayu Automatic Eyebrow Pencil. Pensil alis matic Sariayu ini ujungnya lancip dan kecil banget, pas untuk menggambar alis dengan presisi. Selain itu, pensil alis matic juga praktis, tinggal puter dan pakai, tanpa perlu diraut. Yang paling saya suka dari pensil alis ini adalah sudah dilengkapi dengan spoolie untuk blend eyebrow. Ukuran spoolienya juga pas, enggak terlalu besar dan enggak bikin alis melebar.

Review: Sariayu Pensil Alis Automatic

Trisia eyebrow pensil. Kalau pensil alis yang satu ini warnanya cukup intense, jadi enggak perlu pakai banyak-banyak. Tekstunya juga creamy jadi tinggal pakai sedikit, alis sudah on.

Baca juga: Review Trisia Eyebrow Pencil

Eyeliner

Eyeliner sebenarnya opsional karena menggambar eyeliner cukup susah apalagi untuk pemula. Tapi, eyeliner itu bisa membuat mata terlihat berbinar dan cerah dalam sekejap. Makanya, saya selalu belajar pakai eyeliner dari awal kenal makeup. Dari semua jenis eyeliner, yang paling cocok untuk pemula adalah jenis eyeliner pensil atau spidol. Eyeliner jenis ini mudah dipakai, ujungnya lancip, dan enggak ribet. Rekomendasi saya untuk eyeliner pensil, yaitu:

 Rekomendasi Makeup Lokal untuk Pemula, pretty-moody.com
Rekomendasi Makeup Lokal untuk Pemula
Purbasari eyeliner pensil. Sebenarnya Purbasari sudah launching eyeliner spidol jenis yang baru, tapi saya suka banget sama yang daily series ini. Ujung eyeliner ini super tipis, jadi cocok untuk menggambar eyeliner yang tipis gitu. Baca reviewnya disini ya.

Mirabella Eyeliner Liquid Pen. Berbeda dengan Purbasari, eyeliner Mirabella ini punya ujung lancip tapi tipe yang seperti spidol. Jadi hasil eyelinernya cukup bold tapi masih natural.

Baca juga: First impression Mirabella Cosmetics

Pixy line and shadow. Eyeliner ini multifungsi, bisa untuk eyeliner dan eyeshadow. Pilihan warnanya banyak. Saya biasa pakai warna putih untuk bawah mata. Gampang banget dipakainya dan cukup diraut aja.

Baca juga: Review Pixy Line and Shadow

Blush on

Untuk pemula, saya tidak menyarankan pakai countour dan sejenisnya, karena terlalu ruwet. But a little blush one hurts nobody. Saya sih memang bukan tipe yang selalu pakai blush on dan lebih suka pakai contour aja. Blush on yang biasa saya pakai tetap blush on padat model jadul gitu. Saya enggak terlalu suka sih pakai blush on cream ataupun lipstick buat blush on. Geli aja rasanya.

Baca juga: Review Fanbo Blush On Pink

Rekomendasi Makeup Lokal untuk Pemula, pretty-moody.com
Rekomendasi Makeup Lokal untuk Pemula
Fanbo Blush on. Blush on ini adalah salah satu favorit saya. Warnanya tidak terlalu intense, jadi bisa saat dipakai enggak langsung terlihat menor. Pas banget buat yang enggak mau terlihat ‘dandan’ tapi tetap cantik merona alami. Meskipun ada glitternya, tapi blush on tidak terlalu terlihat dangdut.  

Kuas makeup

Selain makeup, yang terpenting adalah kuas. Untuk pemula, sebenarnya enggak perlu banyak kuas, cukup beberapa saja tapi yang fungsional alias bisa dipakai untuk berbagai kebutuhan. Meskipun begitu tidak ada salahnya untuk berinvestasi dengan kuas yang bagus.

Rekomendasi Makeup Lokal untuk Pemula, pretty-moody.com
Rekomendasi Makeup Lokal untuk Pemula
Mineral Botanica Brush Set. Brush set dari brand lokal ini terdiri dari 10 jenis brush dengan brntuk berbeda-beda. Mulai dari yang prowder brush sampai spoolie. Dengan jenis yang beragam, cocok dipakai untuk berbagai kebutuhan.

Baca juga: Review Mineral Botanica Brush Set

Apakah kamu juga punya makeup andalan? Share dikomentar ya.

I'll see you on the next post. Bye

Friday, 14 December 2018

Memory as a Kid: Kenangan Generasi 90an


Banyak yang bilang kalau generasi 90an itu adalah generasi yang menyenangkan. Tidak ada smartphone, YouTube, dan bahkan acara TV pun masih terbatas. Alhamdulilah, saya dari kecil saya tumbuh layaknya anak kecil pada umumnya, bukan karbitan. Ada banyak hal yang saya syukuri dengan menjadi generasi 90an, salah satunya adalah karena jenis pemainan yang saya gemari. Berikut ini beberapa kenangan permainan khas generasi 90an yang saya ingat sampai sekarang.

Brick game

Sumber: iprice.co.id
Ini adalah gadget pertama yang saya punya. Kalau jaman saya dulu dibilangnya gembot, padahal aslinya game watch. Biasanya ada beberapa jenis game, tapi tetap yang paling favorit adalah Tetris. Kalau main ini bisa rebutan satu rumah bahkan nenek saya pun suka main game ini.

Koleksi penghapus warna-warni

Sumber: Kepo.id
Mungkin ini menjadi salah satu awal saya suka koleksi stationary warna-warni. Saya sejak SD sudah hobi beli penghapus, meskipun sebenarnya enggak butuh. Yang dibeli juga bukan penghapus mahal, Cuma penghapus gambar bendera negara atau gambar panda. Kalau dapat penghapus yang bentuknya unik, lebih seneng lagi, dan enggak akan dipakai. 

Nonton Telenovela

Kalau sekarang sukanya nonto Drama Korea, dulu saya sukanya nonton telenovela. Favorit saya Amiogos X Siempre. Pernah saking asyiknya nonton sampai dimarahin emak karena sudah waktunya belajar. Duh, masih ada enggak ya yang sekarang nontonin telenovela. 

Boneka kertas

Sumber: IDNTimes
Dulu sih saya bilangnya bongkar pasang. Itu loh boneka kertas yang bajunya bisa diganti-ganti. Mainan ini yang bikin saya pandai mix and match baju. Dulu saya punya satu kotak sepatu penuh dengan boneka kertas ini. Terus untuk melengkapi bonekanya, saya juga bikin semacam kursi dan tempat tidur dari kertas juga. Kreatifnya jaman dulu ya. 

Monopoli dan Ular tangga

Dua mainan ini juga identik banget dengan tahun 90an. Dulu saya paling hobi main monopoli sama ular tangga. Yang punya hotel paling banyak, itu yang menang. Duh, jaman dulu kaya banget ya udah bisa beli hotel. 

Dakon dan bekel

Ini adalah dua permainan favorit saya sepanjang masa. Entah kenapa main dakon itu buat saya seperti stress healing gitu. Tapi saya langsung uring-uringan kalau biji dakon ada yang hilang. Selain dakon, saya juga suka banget main bekel. Bisa sampe berjam-jam tuh main bekel, sampe lupa waktu. 

Kalau ngumpulin tugas, pasti berebut paling bawah

Yang ini khas anak SD banget. Dulu saya juga pasti berebut ngumpulin tugas paling bawah sendiri. Entah alasannya apa tapi logikanya kalau paling atas pasti dikoreksi guru terlebih dahulu. Padahalkan terserah guru ya mau koreksi dari paling bawah atau atas. 

Apakah kamu generasi 90an juga? Yuk share pengalaman kamu di komentar ya.
I'll see you on the next post. Bye. 

Thursday, 13 December 2018

Pejuang Mimpi - 5 Hal yang [Masih] Diperjuangkan



Apa kabar resolusi 2018? Sudah banyak yang tercapai atau tetap dalam daftar?
Duh, mesti menjelang pergantian tahun pasti pada bingung buat resolusi sudah semacam tradisi. Urusan nanti terlaksana atau tidak, ya urusan nanti. Yang penting sekarang bermimpi dulu. Saya percaya bila sebuah pencapaian pada awalnya adalah mimpi, yang kemudian diperjuangkan dan menjadi kenyataan. Kalau kata mbak Agnes Mo, dream, believe, and make it happen.

Ngomong-ngomong tentang resolusi dan mimpi di tahun 2018, saya harus akui kalau ada beberapa hal yang masih berupa mimpi. Saya percaya kalau mimpi saya tersebut belum tercapai selain karena saya kurang gigih, juga karena Allah belum memberi izin. Jadi, saya harus berusaha lebih giat lagi dan berdoa lebih banyak lagi.

Bermimpi boleh-boleh saja, tapi sebaiknya mimpi yang realistis. Sehingga nanti mudah untuk diwujudkan. Jadi istilahnya dream as big as the sky but keep your feet in the ground, karena mimpi dan ngayal itu beda tipis. Tapi, sebenarnya hal-hal apa sih yang belum bisa terwujud di tahun 2018 ini.

Menurunkan berat badan

Saya termasuk dalam gologan overweight atau kelebihan berat badan. Meskipun belum terlalu parah, tapi saya mulai enggak nyaman dengan tubuh saya. Jalan sebentar capek, aktivitas sedikit capek, jongkok susah, dan baju sudah mulai banyak yang sesak. Sebenarnya tahun 2018 ini saya berkomitmen untuk menurunkan berat badan, tapi yang ada berat badan malah naik terus dan terus. Tapi saya enggak mau menyerah ah, pokonya tahun 2019 harus bisa menurunkan berat badan minimal 15 kilo.

Hamil

I know this one is beyond human’s reach, tapi setelah 3 tahun menikah dan belum dikaruniai anak itu, rasanya sesuatu yah. Bisa jadi saya susah hamil karena masalah berat badan yang berlebih. Bisa juga karena memang belum diizinkan oleh Allah. Tapi saya tetap berusaha, ya menurunkan berat badan, ya berusaha hamil. Tentunya tetap dengan doa sebanyak-banyaknya. Semoga tahun depan bisa diwujudkan.

Menulis novel

Mimpi lama yang sempat semaput ini kembali hidup di tahun 2018. Tapi masih belum saya laksanakan karena masih belum dapat ide cerita yang sreg dengan keinginan saya. Selain itu, saya juga masih belajar sana sini tentang kepenulisan novel.

Bayaran dari Google

Sejak awal nulis blog saya memang menargetkan untuk bisa menjadi publisher iklan. Tapi, setelah menjadi publisher iklan, saya baru tahu ternyata tantangannya bukan untuk menjadi publisher, tapi bagaimana caranya bisa bayaran dari iklan yang diterbitkan. Pendapatan saya dari publisher iklan ini sih masih seujung kuku dan belum bisa Pay Out. Bikin saya geregetan banget ini.

Sekolah lagi

Saya pengen banget sekolah S2 sebelum saya punya anak. Tapi entah kenapa mimpi yang satu ini terasa berat sekali. Faktor pertama adalah jurusan, yang kedua karena biaya. Sekolah S2 kan enggak murah dan cari beasiswa juga enggak mudah. Semoga suatu saat saya bisa sekolah lagi dan tentunya tanpa merepotkan orangtua.

Sebenarnya yang dibutuhkan untuk mewujudkan mimpi adalah tekad yang kuat. Kalau sudah bertekad dan niat, pasti semua bisa dilalui. Tapi mimpi akan tetap jadi mimpi kalau kita kurang gigih berusaha dan berdoa. Semoga ditahun 2019 nanti semua mimpi bisa tercapai.

Kalau kamu, mimpi apa sih yang belum kesampaian di tahun 2018 ini? Share di komentar ya. 

I'll see you on the next post. Bye. 


Wednesday, 12 December 2018

Berdamai dengan Masa Lalu dan Hal-Hal yang Saya Sesali



Sebelum lanjut membaca, saya cuma mau mengingatkan kalau postingan ini sarat dengan curhat dari masa lalu saya. Sebisa mungkin saya tidak akan menyebutkan nama orang dari masa lalu, tapi semoga tidak ada yang merasa menjadi bagian dari masa lalu saya.

Siapa sih yang enggak punya penyesalan dari masa lalu, semua pasti punya. Sayapun punya beberapa hal yang saya sesali. Yha, meskipun sekarang sudah tidak terlalu saya permasalahkan, namun semoga hal-hal yang saya sesali dari masa lalu bisa menjadi pembelajaran terutama bagi adik-adik yang masih mencari jati diri.

Penyesalan terbesar saya adalah masalah sekolah.

Maksudnya bukan saya menyesal karena sudah sekolah ya, tapi saya menyesal karena tidak maksimal dalam belajar waktu sekolah. Tell me about it, saya senang dengan jurusan Sastra Inggris yang saya tekuni. Tapi, saya dulu pernah bercita-cita ingin menjadi dokter, sampai sekarangpun masih. Dulu waktu memilih jurusan kuliah, saya urungkan memilih jurusan kedokteran karena selain masalah biaya, juga karena merasa tidak mampu secara akademis. 

Padahal seandainya saya mau belajar lebih giat dan lebih keras dari yang lain, seharusnya sekarang saya sudah menjadi dokter. Namun apa daya saat itu saya lebih fokus malas-malasan, nongkrong sana sini, sibuk cari kenalan daripada belajar. Sekarang tinggal penyesalan yang sering bikin saya kesel sendiri kalau ingat.

Saya menyesal tidak merantau

Penyesalan kedua dalam hidup saya adalah mengapa saya tidak memberanikan diri untuk merantau. Banyak teman saya saat SMA yang memilih kuliah diluar kota and they are fine. Tapi  saya waktu itu mengapa saya tidak merantau saja. Padahal dengan merantau akan lebih banyak pengalaman yang didapat. Sekarang rasanya sudah sulit untuk keluar dari kawasan tempat tinggal karena suami juga kerja di dekat-dekat sini.

Tidak belajar naik motor sungguh-sungguh

Dahulu saat saya SMA, sebagian besar teman saya sudah berani bawa motor sendiri. Sayangnya saya naik sepeda pancal aja masih zig-zag jalannya. Dulu sempat sih diajari naik motor saat awal pacaran dengan suami, tapi terhenti karena sebab yang enggak jelas. Yha, dasarnya saya juga enggak punya motor sendiri. Padahal kalau sekarang saya bisa naik motor sendiri, pasti saya lebih mandiri dan tidak selalu bergantung pada ayah, suami, atau ojek kan.

Lesson learned

Penyesalan memang tidak untuk dipikirkan secara berlarut-larut, tapi saat itu dan sekarang kita semua punya kesempatan untuk memilih. Pikirkan pilihan yang terbaik sehingga tidak perlu ada penyesalan di masa depan. Penyesalan selalu datang terlambat karena kalau datang duluan namanya pendaftaran.

Sekarang saya berusaha untuk selalu melakukan apapun dengan usaha terbaik saya. Even though everything happen for a reason, jangan sampai penyesalan seperti ini terjadi lagi dan menguras emosi. Karena bekerja keras dan berusaha maksimal lebih mudah daripada berdamai dengan masa lalu.

Apakah kamu juga punya penyesalan terbesar yang sampai mengubah jalan hidup? Jangan lupa share ya dikomentar.

I’ll see you on the next post.